Keterkaitan Ramalan “Jangka Jayabaya” dengan Pilpres 2014

Table of Contents
Keterkaitan Ramalan “Jangka Jayabaya” dengan Pilpres 2014


CAHYOGYA.COM - Media berita Aneka Tips dan Pengetahuan Baru Terlengkap. Sebagai orang jawa kejawen yang sedikit banyak masih ada dalam diri saya pada kesempatan kali ini saya akan mengulas kembali tentang warisan budaya dari para leluhur kita, yang dapat kita jadikan sebagai pengetahuan yang kelak akan kita wariskan kepada anak-cucu kita seperti yang sudah dilakukan para pendahulu. JANGKA JAYABAYA, adalah prediksi keadaan Nusantara di suatu masa di masa datang. Dalam prediksi  Jayabaya itu dikatakan, akan datang satu masa penuh bencana. Baca disini


Gunung-gunung akan meletus, bumi berguncang-guncang, laut dan sungai, akan meluap. Ini akan menjadi masa penuh penderitaan. Masa kesewenang-wenangan dan ketidakpedulian. Masa orang-orang licik berkuasa, dan orang-orang baik akan tertindas. Tapi, setelah masa yang paling berat itu, akan datang jaman baru, jaman yang penuh kemegahan dan kemuliaan. Zaman Keemasan Nusantara. Dan jaman baru itu akan datang setelah datangnya sang Ratu Adil, atau Satria Piningit.

Prediksi (Ramalan) Jayabaya ditulis ratusan tahun yang lalu, oleh seorang raja yang adil dan bijaksana di Kedhiri. Raja itu bernama Prabu Jayabaya (1135-1157). Ramalannya kelihatannya begitu mengena dan bahkan masih diperhatikan banyak orang ratusan tahun setelah kematiannya.

Bung Karno pun  perlu berkomentar tentang ramalan ini.

“Tuan-tuan Hakim, apakah sebabnya rakyat senantiasa percaya dan menunggu-nunggu datangnya “Ratu Adil”, apakah sebabnya sabda Prabu Jayabaya sampai hari ini masih terus menyalakan harapan rakyat ? Tak lain ialah karena hati rakyat yang menangis itu, tak habis-habisnya menunggu-nunggu, mengharap-harapkan datangnya pertolongan. Sebagaimana orang yang dalam kegelapan, tak berhenti-berhentinya menunggu-nunggu dan mengharap-harap “Kapan, kapankah Matahari terbit?”.

Sebelum sampai ke era  keemasan itu, kita masih masuk dalam era  goro-goro untuk menata kehidupan berbangsa dan bernegara yang dikenal dalam istilah NOTO NEGORO /NOTO NAGORO /NATA NEGARA. Dalam bahasa Jawa “NO” dan “NA” itu suara yang keluar sama.

Sehingga siapa pemimpin (baca: presiden) Nusantara(baca:Indonesia) tidak akan jauh-jauh dari istilah NOTO NEGORO.

1. Presiden pertama adalah SoekarNO, adalah NO dari bagian NOto negoro.

2. Presiden kedua adalah SoeharTO, adalah TO bagian dari noTO Negoro.

3. Presiden ketiga BJ.Habibie, tidak termasuk dalam ramalan itu karena hanya presiden transisi.

4. Presiden keempat Gus Dur, tidak termasuk dalam ramalan karena dihentikan ditegah jalan.

5. Presiden kelima Megawati, belum terhitung karena melanjutkan jabatan Gus Dur.

6. Presiden keenam: S.B. yudhoyoNO , termasuk bagian dari ramalan NO atau NA dari NOto NAgoro, sehingga bisa 2 periode menjabat.

Pertanyaannya lantas siapa pemimpin Indonesia pada tahun 2014?

Melihat bakal calon yang bermunculan di media bisa kita analisa sesuai dengan Jangka Jayabaya. Aburizal Bakrie, WiranTO, Prabowo SubianTO, Mega(meGO)wati  SukarNO Putri,Joko Widodo, PramoNO Edy, Gita Wirjawan, Dahlan Ikhsan, Mahmud MD, Anies Baswedan.

Dari nama-nama yang masuk dalam Jangka Jayabaya adalah: WiranTO, Prabowo SibianTO, Mega(meGO)wati  SukarNO Putri dan PramoNO Edi.

Lantas bagaimana dengan JOKOWI (Joko Widodo) ? Jokowi bisa masuk dalam NOTO NEGORO dengan catatan harus mendapat restu dari Megawati dan itu yang terjadi sampai saat ini, JOKOWI tau diri karena dia secara tidak langsung sadar akan hal itu, sehingga kalau ditanya soal capres, Jokowi selalu menyerahkan kepada Megawati.

Kita tinjau masing-masing calon pemimpin:

Prabowo SubianTO, jika dia terpilih maka gaya memimpinnya akan sangat mirip dengan SoeharTO juga, karena berasal dari suku kata yang sama tapi lebih energik dan tegas.

Bagaimana peluang Jokowi?

Jokowi adalah orang yang sangat loyal, tapi juga orang yang cerdas membaca peta politik, sehingga  pencalonan Jokowi sangat tergantung dari PDIP (Magawati), karena itulah yang tersirat dalam Ramalan itu suka atau tidak.

Uniknya Megawati sepertinya melihat hal itu juga, pada tanggal 14 Maret 2014 lalu, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri memberikan mandat kepada Jokowi untuk maju sebagai Capres RI 2014, jika takdir dan wangsit itu memang jatuh ke Jokowi, dan adalah benar Jangka Jayabaya, Maka penantian  masyarakat selama ratusan tahun sejak peninggalan Majapahit akan dibayar pada abad ini dan menjawab ramalan itu bukan sekedar ramalan, memang ketetapan-ketetapan Ilahi yang bisa bisa ditangkap manusia linuwih.

Wallahu’alam bishowab.


Update News By : @N_besar

Post a Comment