Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Profil Kampung Cyber di Yogya Cuma Ada Satu Di Indonesia




CAHYOGYA.COM - Pernahkan Anda terbayang untuk berwisata sejarah di tengah perkampungan 'melek' teknologi? Yah, Taman Sari Yogyakarta menyediakan keunikan tersebut. Apa yang terlintas di benak Anda ketika melihat bangunan-bangunan kokoh tersebut? Pastinya Anda akan membayangkan kehidupan istana ratusan tahun lalu, seperti aktifitas kerajaan yang dilakukan pada setiap bagian-bagian bangunan tersebut.

Diantaranya tempat semedi Sultan sekaligus tempat beliau menyusun strategi perang, tempat mandi Raja, Ratu, dan anak-anaknya yang dibedakan, tempat raja menikmati keindahan istana dari sebuah menara sekaligus tempat memilih selir yang akan menemaninya, tempat bercermin pada sebuah bejana air yang indah dimana istri-istri Sultan harus menunggu air dalam bejana tersebut tenang baru bisa menundukan kepala untuk memperbaiki riasan dan sanggul, tempat ibadah yang tenang di sebuah masjid bawah tanah yang dilengkapi tempat berwudhu dari sebuah sumur bernama sumur Gumuling, dan masih banyak lagi.

kampung cyber Yogya, cahyogya.com


Namun pemandangan yang kontras akan anda rasakan setelah keluar dari bangunan istana menuju perkampungan di baliknya. Kampung Cyber Rt 36, itulah  kawasan perkampungan satu-satunya di Indonesia dengan full jaringan internet. Di perkampungan yang mengelilingi Taman Sari ini, Anda bisa menikmati layanan wifi gratis terutama di pos-pos ronda yang ada.

Seluruh rumah warga kampung tersebut juga dilengkapi dengan kabel-kabel jaringan sehingga memungkinkan seluruh warganya dapat mengakses internet dengan mudah. Jaringan internet dari rumah-rumah warga tersebut berpusat dan dikendalikan dari rumah Ketua RT setempat.

Konsep kampung wisata cyber yang digagas oleh mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) dan resmi dibuka pada Juni 2009 tersebut memang menarik dan menginspirasi. Dengan konsep ini, akses ke dunia maya tidak lagi dinikmati oleh warga-warga perkotaan saja. Internet sebagai hasil dari perkembangan teknologi modern kini mampu merangkul warga perkampungan



Jogja! Jogja! Tetap Istimewa

Istimewa Negrinya, Istimewa Orangnya
Jogja! Jogja! Tetap Istimewa
Jogja Istimewa untuk Indonesia


Lagu sederhana karya M.Marzuki yang lebih tenar dengan nama Kill The DJ yang tergabung dalam Hip Hop Foundation. Lagu ini merupakan salah satu wujud keistimewaan ‘orang Jogja’. Salah satu keistimewaan lainnya adalah Kampung Cyber.

Jangan bayangkan Kampung Cyber adalah sebuah desa yang besar dan luas. Sebenarnya Kampung Cyber adalah sebuah RT yang berada di kompleks Taman Sari. Untuk menemukan Kampung Cyber kalian harus menjelajahi Taman Sari terlebih dahulu. Jangan berhenti mencari sebelum kalian menemukan tulisan ‘Selamat Datang di Kampung Cyber’ , paling tidak kalian melihat mural yang berhubungan dengan internet. Jika kalian mengalami kesulitan dalam mencari, sebaiknya kalian bertanya saja. Sesuai dengan pepatah ‘malu bertanya sesat di jalan’.

Kampoeng Cyber, RT 36 RW 09 Taman Patehan, Kraton, Yogyakarta sebelumnya hanyalah RT biasa, sebelum Antonius Sasongko W.K atau Koko iseng membuat blog bulan Agustus 2008.


kampung cyber Yogya, cahyogya.com



“Awalnya sih saya cuma iseng membuat blog. Di blog itu isinya adalah seluruh kegiatan RT 36, tujuannya supaya warga RT 36 yang merantau bisa tahu kegiatan apa saja yang dilakukan di RT 36. ” jelas sosok gundul berkacamata itu.

Pada waktu itu, di RT 36 tidak semua orang terkoneksi dengan internet, hanya beberapa rumah saja. Berkaca dari sambutan hangat mengenai hadirnya blog RT 36 yang beralamat www.rt36kampoengcyber.com  ini, muncullah gagasan untuk membangun RT yang semua rumahnya terkoneksi dengan internet. Gagasan ini rupanya juga mendapat sambutan hangat dari warga RT 36 sendiri.

Dalam membangun Kampung Cyber, Mas Koko tidak sendiri, Beliau dibantu oleh Pak Heri Sutanto selaku Ketua RT 36. Sebagai bentuk keseriusan program ini, Pak Heri dan Mas Koko memberikan pelatihan kepada semua warga RT 36, dari anak-anak hingga orang tua.

“Pertama kami diajari dulu bagaimana mengoprasikan komputer. Setelah itu diajari bagaimana membuat email. Setelah membuat email, langsung membuat facebook. Kalau facebooknya sudah jadi, langsung nge-add yang lainnya.” Kata Bu Ira, salah satu warga RT 36 menjelaskan mengenai pelatihan internet.

Warga sangat terbuka pada hal baru, selain itu juga tidak malu untuk belajar, hal itulah yang membuat program ini terus dikembangkan. Pengadaan komputer di cakruk RT 36 merupakan bukti keseriusan warga untuk belajar menggunakan internet.

Sifat dasar manusia adalah ingin tahu, hal itu juga yang akhirnya membuat warga memiliki inisiatif untuk membeli komputer pribadi dan menyambungkan dengan internet. Inisiatif ini rupanya dimiliki oleh seluruh warga RT 36, hingga akhirnya semua warga terhubung dengan internet. Kemudian muncullah nama Kampung Cyber.

“Spontan sih, mencari nama yang beda. Kalau ‘Kampung Internet’ orang pasti langsung tahu maksudnya apa. Tetapi kalau Kampung Cyber kan orang masih mikir, ini tempat apa. Selain itu nama Kampung Cyber lebih menarik.” Kata Mas Koko berusaha menjelaskan asal-usul nama Kampung Cyber.

Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan teknologi mempengaruhi kehidupan kita. Dalam hal ini warga melihat peluang dari adanya internet. Sebagai pengguna yang bijaksana, warga RT 36 memanfaatkan internet untuk mendongkrak perekonomiannya. Warga yang memiliki usaha batik, memanfaatkan internet untuk berjualan batik.

“Ya kalau sekarang sudah enak ada internet. Sangat terbantu karena saya berjualan lewat internet. Biayanya murah dan lebih efektif untuk promosi.” Tutur Iwan, salah satu pengrajin batik yang memanfaatkan internet untuk berjualan.

Kini Kampung Cyber merupakan RT yang lebih maju dibanding RT yang ada Taman Patehan. Keunikannya menjadikan RT ini sebagai lokasi penelitian. Inilah Profil Kampung cyber di Yogya. Bahkan saking istimewanya, Kampung Cyber beberapa kali diliput oleh media massa lokal maupun nasional.


Update News By : @N_besar

Incoming search terms:

  • Kampung cyber Yogyakarta
  • wisata unik yogyakarta
  • profil kampung cyber taman sari jogja
  • kampung cyber

Berlangganan via Email