Dampak Buruk Rokok Elektrik Bagi Kesehatan Tubuh
Table of Contents
CAHYOGYA.COM - Apa itu rokok elektrik atau e-cigarete? Rokok elektrik atau disebut juga dengan Electronic Nicotine Delivery System (ENDS) adalah salah satu metode terapi pemberian nikotin pada tubuh perokok dengan menggunakan konversi listrik dari tenaga baterai yang mampu menguapkan nikotin cair yang kemudian dihisap oleh perokok sebagai ganti rokok biasa. Lalu, Apa Dampak buruk rokok elektrik bagi kesehatan?
Dampak Buruk Rokok Elektrik Bagi Kesehatan Tubuh
Rokok ekektrik atau rokok jenis modern ini dirancang untuk memberikan nikotin ke tubuh namun tetap memberikan sensasi merokok pada penggunanya melalui sebuah vapour dengan tenaga listrik dari baterai, walaupun tanpa pembakaran tembakau.
Rokok elektronik adalah alat yang mengeluarkan nikotin dalam bentuk uap.
Rokok elektronik memanaskan cairan nikotin dan mengubah cairan tersebut menjadi uap, atau kabut, yang dihirup penggunanya bersama dengan PEG (poli etilen glikol) dan berubah menjadi asap saat penggunanya menghembuskan napas. Tergantung dari jenis rokok elektronik yang dipakai, penggunanya dapat menghirup begitu saja dari cartridge untuk memulai proses evaporasi, meskipun beberapa alat memiliki tombol manual yang mengaktivasi alat penguap di dalamnya.
Bisakah Rokok Elektrik Membantu Berhenti Merokok?
Kebanyakan pabrik pembuat rokok elektrik tidak memasarkan rokok elektrik untuk membantu berhenti merokok. Mereka memasarkannya sebagai alternatif yang aman untuk merokok di luar produk tembakau, dan alat ini dapat Anda gunakan di tempat umum, dan tidak memiliki banyak bahan kimia berbahaya di dalamnya seperti yang dimiliki produk tembakau. Dengan kata lain,rokok elektronik adalah produk yang bahayanya sedikit. Faktanya, WHO mendesak pembuatnya untuk tidak memasarkan rokok elektronik sebagai produk untuk menghentikan kebiasaan merokok.
Benarkah Rokok Elektrik Berbahaya Bagi Kesehatan?
Berikut penjelasan dari para dokter dan ahli dari dalam dan luar negeri yang saya rangkum mengenai pendapat mereka tentang bahaya rokok elektrik bagi kesehatan :
Menurut studi yang dilakukan oleh Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC), peningkatan jumlah pasien yang keracunan setelah menggunakan rokok elektronik dan nikotin cair terus meningkat. Dari data pusat pengendalian keracunan di AS pada Februari 2014, terdapat 215 pengaduan telepon terkait rokok elektronik. Padahal, pada September 2010 hanya satu pengaduan. Yang memprihatinkan adalah, lebih dari separuh aduan melalui telepon yang masuk melibatkan anak-anak berusia kurang dari 5 tahun, 42 persen pada orang berusia 20 tahun. Mereka mengalami keracunan setelah menghisap nikotin cair atau diserap lewat kulit.
"Sampai saat ini keamanan e-cig belum terbukti secara ilmiah. Walaupun begitu, rokok elektronik ini tentu memiliki bahaya bagi kesehatan," ujar Prof. Dr. Tjandra Yoga Aditama, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan.
Adanya laporan kasus pribadi dari konsumen dari berbagai tempat yang pernah dirawat karena mengalami insiden atau gangguan kesehatan bisa menjadi bukti berbahayanya perangkat ini. Kasus tersebut di antaranya: pneumonia, gagal jantung, disorientasi, kejang, hypotensi, luka bakar akibat meledaknya rokok elektrik dalam mulut, dan lain-lain.
Dr. Lynelle juga mengatakan, “Jika Anda mau berhenti merokok, ada sejumlah rekomendasi produk lain di pasaran yang bisa diresepkan oleh dokter Anda, yang memastikan bahwa Anda dapat menghilangkan kebiasaan itu tanpa menggantinya dengan kebiasaan yang serupa.”
Menurut dokter Agus Dwi Susanto spesialis paru dari RS Persahabatan, rokok elektronik bisa dikatakan merupakan cara "bahaya" untuk berhenti merokok. Ini karena rokok tersebut memiliki bahaya yang hampir sama dengan rokok konvensional, baik dari kandungan nikotin maupun senyawa-senyawa kimia lainnya.
Meskipun pada awalnya rokok elektronik diklaim efektif membantu orang berhenti merokok, tetapi kini penggunaannya tidak direkomendasikan. Setelah melewati sejumlah evaluasi, rokok elektronik memiliki beberapa bahaya, antara lain sebagai berikut.
1. Tidak hanya nikotin
Agus menjelaskan, cairan yang menjadi refill atau isi ulang untuk rokok elektronik tidak hanya mengandung nikotin, tetapi juga senyawa-senyawa kimia berbahaya lainnya. Senyawa-senyawa ini bersifat karsinogenik atau merusak, sehingga berpotensi memicu penyakit seperti kanker. Sebagai dokter, Agus sendiri tidak menyarankan penggunakan rokok elektronik sebagai cara berhenti merokok. Sebaliknya, penggunakan permen, tablet isap, inhaler, tempelan (patch), dan spray lebih disarankan.
2. Sering disalah gunakan
Agus mengatakan, bila digunakan secara benar, rokok elektronik memang bisa menjadi cara peralihan untuk berhenti merokok. Di sisi lain, rokok elektronik sangat mudah untuk disalah gunakan penggunaannya.
"Misalnya seperti saat ini, meski belum mendapat izin dan dijual resmi, rokok elektronik sudah banyak digunakan," ujarnya saat dihubungi Kompas Health, Selasa (5/8/2014). Nikotin yang digunakan dalam jangka waktu yang lama akan terakumulasi dalam tubuh dan mengakibatkan gangguan pada pembuluh darah, seperti penyempitan atau pengentalan darah.
3. Asap
Meskipun dibakar secara elektronik, nikotin dalam rokok elektronik juga akan menimbulkan asap seperti halnya rokok konvensional. Asap diketahui bila diisap setiap hari akan memberikan dampak negatif bagi kesehatan karena memberikan paparan produk berbahaya.
Menurut Kepala BPOM RI Kustantinah, semua rokok elektrik yang beredar di Indonesia adalah ilegal dan berbahaya bagi kesehatan. Kepala BPOM RI juga mengungkapkan, bahwa di seluruh dunia tidak ada negara satu pun yang menyetujui adanya rokok elektrik. Bahkan di beberapa negara seperti Australia, Brazil dan China rokok sudah elektrik dilarang. Padahal seperti yang kita ketahui China adalah negara yang menemukan rokok elektrik pada 2003. Namun, pemerintah China sudah melarang peredarannya.
Bagian-Bagian Penyusun Rokok elektronik :
1. Cartridge
2. Tabung penguapan
3. Baterai litium yang dapat diisi ulang
Benarkah rokok elektrik berbahaya bagi kesehatan tubuh? Apakah rokok elektrik adalah alat berbahaya yang memiliki risiko tersembunyi? Sampai saat ini, memang belum ada penelitian jangka panjang mengenai efek rokok elektronik terhadap penggunanya dan orang-orang yang ada di sekitar mereka,. mengingat rokok elektrik sendiri baru ditemukan tahun 2003 di China. Waspadalah karena produk itu bisa saja sama berbahayanya dengan produk tembakau. (sumber: kompas).



Post a Comment