Berpisah, Solusi Terbaik Toxic Relationship

Table of Contents


CAHYOGYA.COM - Tidak ada hubungan yang sempurna di dunia ini, seharusnya aku selalu memahami hal itu. Saat berpacaran dengan dia sebelum memutuskan menikah, aku pernah menganggap bahwa dia adalah laki-laki yang sangat sempurna. Memiliki finansial yang mapan dan kepribadian yang baik, kenapa tidak? Aku sangat yakin bisa menjalani kehidupan rumah tangga yang baik bersamanya sampai kami benar-benar menua. Ternyata aku salah selama ini, hubungan kami tidak lebih dari sebuah racun untuk fisik dan mental hingga aku bertemu dengan aplikasi Riliv.

5 Cara Mengakhiri Toxic Relationship


Segalanya menjadi berubah saat kami sudah menikah. Bulan madu yang bahagia hanya tinggal kenangan saat dia mulai berubah. Sikapnya yang lembut berubah menjadi kasar, pemarah dan semena-mena. Tidak begitu peduli dengan diriku yang hamil anak pertama pun, ia sibuk dengan dunianya sendiri. Aku menjadi orang yang sering disalahkan, dijatuhkan dan tidak dianggap dalam hubungan ini.

Sakit hati? Tentu saja. Namun, ada hal yang lebih buruk terjadi pada kesehatan fisik yaitu aku mulai kehilangan nafsu makan, merasa cemas berlebihan, tidak bisa tidur, dan mulai sakit-sakitan. Selain itu, dampak hubungan yang beracun ini membuat diriku kehilangan jati diri, merasa minder dan acap menghindar dari pergaulan sosial. Ada yang tidak beres dengan diri ini, akhirnya aku mencoba keluar dari toxic relationship dengan melakukan beberapa cara yaitu :

1.Melakukan hobi yang kusenangi

Tentu saja aku mulai menata hidup dengan tetap memperhatikan kesehatan dan perkembangan si kecil. Meski sudah resign setelah melahirkan, aku mulai aktif melakukan hobi yang kusukai seperti menulis dan berkebun di rumah. Aktivitas yang sibuk bisa membuat pikiranku tetap waras dan hatiku bahagia.

2.Diskusi Empat Mata


Aku mengutarakan segala hal yang membuat hatiku sakit selama ini. Ingin sekali aku mengajak pasangan untuk berdiskusi lebih lanjut agar kami bisa mengatasi hubungan yang beracun ini bersama-sama.

3.Evaluasi bersama

Kami sepakat untuk melakukan evaluasi bersama mengenai sikap yang tidak menyenangkan pasangan satu sama lain. Tidak hanya dirinya saja, aku mulai berkaca pada diriku sendiri dan berjanji menjadi istri dan ibu lebih baik lagi.

4.Menghangatkan hubungan yang mulai renggang

Pada kasus toxic relationship, keinginan menghangatkan hubungan yang mulai renggang harus dimiliki masing-masing pasangan. Bisa saja kesibukan dan rutinitas harian menjadi pemicu pertengkaran kami selama ini. Meski tidak ada kekerasan fisik, tetapi toxic relationship bisa berupa pelecehan verbal hingga sikap yang menjatuhkan pasangan.

5.Konsultasi di Riliv

Pada bulan-bulan setelah kami menjalani diskusi bersama, dia menunjukkan perubahan yang baik. Namun, sikap tersebut tidak bisa bertahan sampai satu tahun. Akhirnya watak asli muncul lagi dan mulai menghilangkan respekku padanya. Terlebih kenyataan dia memiliki orang lain yang selama ini tidak kuketahui semakin menghancurkan kepercayaan diri.

Tidak ingin berlarut-larut dalam kesedihan, aku menceritakan kisahku pada seorang teman karib. Ia mengajakku berkonsultasi dengan ahli di Riliv mengenai kesehatan mental yang terganggu akibat perilaku suami. Tak perlu merasa takut dihakimi, akhirnya aku menceritakan semua kisah pada psikolog yang berpengalaman. Segala uneg-uneg keluar semua dan psikolog mendengarkan keluh kesah dengan baik sekali. Memberikan sudut pandang positif dari semua masalah yang kuhadapi.

Ya, aku ingin keluar dari hubungan yang terlalu beracun demi kebahagiaan diri sendiri dan tidak ingin mengorbankan masa depan si kecil karena tekanan batin yang aku alami. Aku tidak ingin kehilangan nafsu makan lagi, insomnia, stress, dan tekanan batin yang terus menerus mendera karena perangai buruk suami. Solusi keluar dari toxic relationship yang kupilih adalah bercerai, alih-alih memberi kesempatan kedua. 

Dengan menggunakan layanan di Riliv, aku mulai menata hidup yang baru sebab mendapatkan sesi konsultasi yang positif. Aku kembali percaya diri dan membangun pengembangan diri lebih maksimal lagi. Kini Aku sudah kembali bekerja di kantor, bergaul dengan lingkungan yang kondusif dan memiliki harapan tinggi tentang masa depan cerah bersama buah hati. Buat kamu yang mungkin mengalami hal yang sama, jangan malu untuk bercerita pada konsultan Riliv yang akan memberikan solusi terbaik untuk masalah kamu.


Kamu suka artikel di atas? Jika suka silakan klik bagikan pada artikel ini 

CAHYOGYA.COM - Situs Anak Muda Jogja

Post a Comment