Xiaomi Akan Buka Pabrik Mobil Listrik, Target 300 Ribu Unit Per Tahun

Table of Contents


CAHYOGYA.COM - Nama Xiaomi tentunya tidak asing bagi para pengguna smartphone. Perusahaan elektronik swasta asal Tiongkok yang didirikan pada tahun 2010 ini memang merupakan salah satu produsen smartphone terbesar di dunia. Xiaomi juga salah satu brand yang banyak dilirik bagi yang gemar main game di smartphone, dari game online yang diunduh hingga game yang diakses dari link alternatif W88.

Pada 2019 lalu, Xiaomi membuat kejutan dengan merilis mobil SUV di Tiongkok. Dengan nama Xiaomi Redmi Car, mobil tersebut dijual dengan harga yang cukup terjangkau, yakni di bawah 300 jutaan rupiah. Sebenarnya ini bukan pertama kalinya Xiaomi meluncurkan produk mobil. Sebelumnya, mereka juga pernah menghadirkan Xiaomi Electric Car.

Di tahun ini, Xiaomi telah memastikan diri untuk ikut dalam pengembangan mobil listrik. Rencananya Xiaomi akan memproduksi 300.000 unit kendaraan listrik per tahun. Untuk mewujudkannya, mereka akan membangun pabrik di Beijing yang pembangunannya akan dilakukan dalam dua tahap. Selain itu, Xiaomi juga akan mendirikan kantor pusat, serta kantor riset dan penjualan di Beijing Economic and Technological Development Zone.

Menurut badan pengembangan ekonomi milik China, Beijing E-Town, pabrik mobil Xiaomi tersebut akan beroperasi secara maksimal pada tahun 2024. Hal ini sesuai dengan target yang sebelumnya diungkap oleh CEO Xiaomi Lei Jun pada Oktober 2021 lalu. Bisnis baru tersebut juga sudah didaftarkan pada akhir Agustus 2021.

Xiaomi sendiri baru saja membagikan laporan keuangan terbarunya. Dalam laporan tersebut terungkap bahwa Departemen Riset dan Pengembangan Xiaomi mempekerjakan 13.919 karyawan, dan lebih dari 500 di antaranya bekerja dalam proyek mobil perusahaan. Laporan tersebut juga mengungkap bahwa mobil produksi massal pertama akan diluncurkan pada 2024 mendatang.

Untuk pengembangan mobil listrik tersebut, Xiaomi sudah menyiapkan dana investasi sebesar 1,55 miliar US Dollar atau setara dengan 22,1 triliun rupiah, serta menunjuk divisi baru untuk mengelola investasi tersebut yaitu Xiaomi EV Inc. Xiaomi juga mengungkapkan adanya investasi 10 miliar US Dollar atau sekitar 142,6 triliun rupiah untuk kebutuhan operasional bisnis mobil tersebut selama 10 tahun ke depan.

Xiaomi EV akan fokus pada segmen kendaraan kecil yang bisa dibanderol dengan harga lebih terjangkau namun tetap kaya akan fitur. Sama halnya dengan produk-produk elektronik Xiaomi, mobil listriknya pun menyasar mass market. Mobil listrik Xiaomi juga nantinya akan terhubung dengan perangkat Xiaomi yang lain. Xiaomi dapat dipastikan akan menjadi pesaing baru perusahaan mobil asal Amerika Serikat, Tesla,

Sebelumnya, Xiaomi telah mengakuisisi startup pengembangan teknologi mobil otonom bernama DeepMotion pada Agustus 2021 senilai sekitar 1,1 triliun rupiah. Bersama DeepMotion, Xiaomi ingin mengembangkan otomatisasi level 4, yakni kendaraan yang dapat dikemudikan tanpa sopir dalam kondisi normal.

Hingga saat ini pihak Xiaomi dikabarkan masih melakukan pembicaraan dengan beberapa pembuat mobil. Belum dipastikan siapa manufaktur yang akan menjadi mitra Xiaomi untuk bisnis kendaraan listriknya. Namun menurut beberapa sumber, Xiaomi akan bermitra dengan Great Wall Motor, yakni perusahaan otomotif asal China.

Industri kendaraan listrik sendiri saat ini memang menjadi salah satu fokus pemerintah China. Jenis kendaraan listrik diharapkan bisa mengurangi emisi dan mendukung target netral karbon pada tahun 2060 mendatang.

Ke depannya dari segi penjualan, Xiaomi akan mengandalkan deretan toko offlinenya yang saat ini dipakai untuk memasarkan ponsel dan produk Xiaomi lainnya, untuk menjual mobil listriknya tersebut. Hingga Oktober lalu, jumlah toko offline Xiaomi sudah mencapai 10 ribu di seluruh dunia.


Kamu suka artikel di atas? Jika suka silakan klik bagikan pada artikel ini 

CAHYOGYA.COM - Situs Anak Muda Jogja

Post a Comment