Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kontroversi Logo Baru Kota Yogyakarta Seharga 1,5 Miliyar

Kontroversi Logo Baru Kota Yogyakarta Seharga 1,5 Miliyar


CAHYOGYA.COM - Logo baru Kota Jogja yang akan dirilis pada 25 November mendatang banyak menuai kontroversi di kalangan masyarakat jogja sendiri. Tahukah anda Logo baru Kota Jogja yang dibuat dalam rangka rebranding ini ditaksir seharga 1,5 Miliyar, yang diambil dari dana keistimewaan.



Inilah Gambar Logo Baru Jogja 




Yogyakarta telah bersiap untuk menghadapi berbagai tantangan persaingan global di era perdagangan bebas. Berbagai bentuk respon positif perbaikan ditunjukan oleh Pemda DIY salah satunya dengan melakukan Rebranding logo lama Jogja menjadi logo baru kota Jogja. Branding 'Jogja Never Ending Asia' akan diganti dan pihak yang dipercaya oleh Pemda DIY untuk merancang, dan membuat yakni MarkPlus pimpinan Hermawan Kertajaya, Mereka sudah merancang logo baru tersebut setelah melalui berbagai survei dan wawancara dengan para pemangku kepentingan di DIY. Namun demikian, logo dan 'tag line' baru yang rencananya akan dilaunching pada 25 November mendatang ini menuai kritik. Logo baru Jogja ini dibuat oleh MarkPlus Inc, yang di pimpin oleh Hermawan Kartajaya, orang yang sebelumnya telah dirasa sukses membuat logo lama 'Yogya, Never Ending Asia'. Namun mengenai Logo baru Jogja ini tampaknya Hermawan Kartajaya dan MarkPlus Inc. agak sedikit kewalahan karena diluar dugaan Logo baru ini justru banyak menuai kritik negatif dari warga Jogja. Kebanyakan dari kritik pedas bahkan cenderung mem-bully sang pembuat logo itu disampaikan warga lewat social media.


Menurut sang pembuat logo sendiri, proses pembuatan logo Jogja yang baru ini berdasarkan pada ciri khas keistimewaan kota Jogja yang tersirat dalam Sabda Tama Sultan dan arah pembangunan Jogja Renaisans. Jogja Renaisans adalah program baru Sri Sultan, terdapat sembilan arah pembangunan Jogja Renaisans nantinya, yaitu pada sektor pendidikan, sektor ekonomi, sektor kesehatan, sektor pariwisata, sektor energi,  sektor keterlindungan warga, sektor teknologi,sektor  pangan, serta sektor tata ruang dan lingkungan. Selain itu, kebutuhan untuk rebranding atau pembentukan citra baru tersebut dilandasi oleh perkembangan trend perubahan yang terjadi di lingkup yang lebih luas, baik di dunia maupun Indonesia sendiri. Perubahan tersebut mencakup lingkup teknologi, sosio-kultural, politik legal, pasar, maupun ekonomi. Salah satu yang menjadi pertimbangan untuk pembentukan logo baru itu adalah tiga subkultur yang menggerakkan dinamika kehidupan saat ini, yakni youth, women, dan netizen.



Inilah desain Logo baru Jogja.



Kontroversi Logo Baru Kota Yogyakarta Seharga 1,5 Miliyar



Walaupun sang pembuat logo sudah berusaha mengadopsi banyak nilai keistimewaan dan belum 100% final, logo baru Jogja tersebut telah menuai kritik dari sejumlah kalangan. Selain sangat berbeda dengan yang lama, logo dan brand baru “JOGJA” juga dianggap aneh karena lebih terbaca sebagai “TOGUA”. Logo baru yang ditulis dengan bentuk huruf ramping dan didominasi warna merah dianggap kurang mencerminkan Yogyakarta.


Berikut tanggapan dari sebagian warga Jogja di sosial media, mengenai logo baru Jogja yang menuai kontroversi di dunia maya hingga muncul wacana menyiapkan logo alternatif atau membuat desain logo Jogja tandingan. “Jogja Darurat Logo”. Akankah muncul “Logo Tandingan” sebagai koreksi terhadap “TOGUA”?


- TOGUA a new harmony senilai 1,5M kalo dilombakan dgn hadiah 100jt udah dapat 150 desain dan 15 juara hehe :) - @limpunkfreak

- Tingkat keterbacaan lemah dan ahistoris- @crisuit

- Mnurut saya, dr pmbcaan jd "ToGUA", tanda panah di "G" mmberi ksan jogja slma ni jtuh n br hndak bngun #logobarujogja - @maratrishel


Kontroversi Logo Baru Kota Yogyakarta Seharga 1,5 Miliyar


Terlepas dari kontroversi yang muncul dari Logo baru Jogja ini, Jogja memang benar-benar Istimewa, hingga dalam urusan logo dan branding yang sejatinya sudah menjadi urusan Pemerintah daerah pun masyarakatnya tidak lepas perhatian dan tidak kehilangan rasa kritis terhadap daerah yang dicintainya. “Jogja Never Ending Asia” memang layak diganti karena tak jelas gaungnya. Tapi “Jogja” yang terbaca TOGUA juga terlihat biasa dan tak istimewa.

Video Lputan Logo Baru Jogja "Cah Yogya News"


Update News By : Andy2dsd



Post a Comment for "Kontroversi Logo Baru Kota Yogyakarta Seharga 1,5 Miliyar"